Selasa, 31 Januari 2012

Sekilas ku tatap wajah ibu kota

Assalamu'alaykum...
dear Diary,

Dahulu, ketika masih kecil hanya beberapa kali mengunjungi Jakarta...
1...2...3...ya masih bisa dibilang hitungan jari...

Jakarta,
mungkin hanya karena lebih tepatnya alasan Tamasya...terlebih2 tamasya rombongan sekolah...
entah itu Ancol..Taman Mini...Dufan...pada umumnya...

beberapa kali pula mengunjungi sanak keluarga, yang kebetulan bertempat tinggal disana..
seputar sleepi saja yang diketahui...
rasanya ketika dulu masih belum mengerti...
kota Jakarta ini adalah tempat tamasya yang mewah bagiku,

kini...

melihatnya bukan hanya saja menyimpan keceriaan, kegembiraan karena kenangan yang tersimpan dalam benak...

kini...

semakin berulang kali Ibu mengajak ke Ibu Kota ini seringnya lebih pada alasan 'berbelanja',

sekilas...lalu ku tatap wajah2 yang mewarnai kota Jakarta ini...

Gedung2 menjulang seolah2 hendak menggenggam indahnya langit,
puluhan...ratusan...kendaraan berlalu lalang menambah warna kota ini,
belum lagi jalanan yang cukup membuat pusing oleh jalur2 yang menunjukkan ketidakmatangan perencanaan..

disudut jalan ku temui gambaran yang menggerakkan hati..
ditengah keramaian kendaraan di tol dalam kota, seekor anak kucing lusuh, terdiam dalam kebisingan kota..
ia bsendirian dan nampak murung dari wajahnya...rasanya ingin ku rengkuhnya dan membawanya pulang..
tapi mengingat dirumah banyak 'sesosok itu' yang masih butuh perhatianku, 
aku mengalihkan pikiran pada yang lain seraya berdoa pada Robbi..

"wahai Sang Maha Terkasih, lindungi ia selalu meski ia sendiri di dunia ini...meskipun dunia ini tak ramah baginya..."

hmm...bersyukurlah wahai 'sesosok' dirumah...mereka lebih beruntung, karena masih bisa hidup nyaman...

lalu pikiran berputar kembali pada mengenai diri,
analogi 'sesosok' dan diri ini...

''beruntunglah kamu...bersyukurlah...terlebih kamu bukan binatang...dan kamu manusia yang diberikan banyak kenyamanan oleh Rabb dibandingkan yang lain, yang belum tentu bisa merasakan apa yang kamu rasakan dg apa yg kamu miliki..."

hmm...

kendaraan terus melaju pada tujuan..
ketika langkah memasuki pertokoan...
lalu mengamati kemajemukan yang tercipta secara alamiah...
beragam manusia yang memadati...ragam ras, suku bangsa, nampak jelas pada ciri fisik secara alamiah...

kebiasaanku mengamati tak mampu ku elakkan,
sambil membawa jinjingan 'hasil keperluan ibu' ku amati...keberagaman ini...

ragam bahasa...

ragam warna...

ragam bentuk..

ragam wangi...

ragam rasa...
ku dengarkan berbagai bahasa disini,
ku tatap baik2 keindahan warna warni dan bentuk2 yg kulihat, mulai dari pakaian, tas, sepatu, jam, dan lain2nya..maklum perempuan itu tak tahan jika melihat keindahan warna dan bentuk yg menarik hati, rasanya sudah naluri..hehe
ragam wewangianpun ku cium, mulai dari semerbak pewangi tubuh buatan sampai pewangi tubuuh alami (hehe), dan tak kalah wewangian yang menggugah rasa pengecap dan cacing2 perutpun berkata...hehe

tafakuri...tafakuuurr...
ini kah keindahan dunia yang terkadang melupakan tujuan akhir kita tuk berlabuh nanti?
lupa bahwa waktu yang semakin terus mendekat..bukan bertambah!

memang benar adanya menahan diri dari hawa nafsu akan keduniaan adalah yang terberat tuk dijalani...

keduniaan, membuat seketika kita merasa akan hidup lebih lama...
dan akhirnya kufur...lalu takut akan perjumpaan dg kematian...
naudzubillah...

bahkan beberapa waktu lalu bersama Ibu mencari2 mushala di pertokoan besar, sulitnyaa...minta ampuun..
hmm,

Hmm, Jakarta bercerita dalam serpihan hidupku...
entahlah pandangan mengenai Jakarta dalam benakku,,

"Ladang Subur Lapangan Kerja, tempat hiburan, berbelanja"

bangunan2 tinggi dan mewah, kendaraan2 mewah, tempat tamasya, padatnya arus jalan dg jalur yang kurang matang perencanaannya, jembatan2 layang dan besi2 jalan yang mulai menua...ditatap oleh langit yang menjadi saksi Jakarta ini...tidakkah engkau letih dg semua itu?

apakah..
"manusia terlantar pinggiran kota, sungai2 yang meluap oleh ulah sampah2 yang terabaikan, kriminalitas yang kian meningkat karena lagi lagi himpitan ekonomi, degradasi moral" cukup membuatmu kuat menahannya untuk tetap tegak engkau berdiri sebagai IBU KOTA negeri ini?

melihat masjid2 kokoh dg kubah2 yang nampak anggun diantara berbagai gedung yang mencakar2 langit, menambah kemegahan pesonamu laksana savana dipadang tandus..menyegarkan jiwa2 yang letih tuk kembali kejalan-Mu, merindu-Mu, mengingat-Mu...

hanya dengan menyungkurkan seraut wajah kepada-Nya dg syukur..
dan menengadahkan kelemahan diri bertumpu pada lengan2 yang letih dan terus mencoba bersabar...berharap pada-Nya...

Jakarta, inilah sekilasku tentangmu...

"Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain malas, dan bermimpi ketika orang lain berharap" 
( William A. Ward)


Wassalam.
_ dari catatan harian, 01-02-12_

Kamis, 26 Januari 2012

'Tugu Tani' bercerita,,,

Dear Diary,
Hari ini nuraniku berkata kembali...

Hatiku bergetar dan tak terasa air mata tak mampu kubendung disaat gambaran2 tragedi kecelakaan ‘Tugu Tani’...meskipun tak kualami secara langsung, tapi begitu terasa...
Disaat sesosok raga manusia bergelimpangan tak berdaya, membujur kaku, membisu, seakan nyawa meregang...hmm ya Allah...

Tak kuasa ku melihat tayangan ketika seorang ayah memeluk anaknya dg lembut dan penuh harap, berharap ia mampu lebih lama bersama dg anaknya di dunia ini...tak sedikit ku dengarkan lantunan kalimat syahadatMu diperdengarkan oleh orang2 sekitar yang menyaksikannya mengiringi kepergian jiwa yang suci bertemu dg sang Maha Kasih...hmm yaa Allah...

Sesungguhnya, ketika engkau sudah berkehendak, tak kan ada yang mampu menghindar...tetapi manusia terkadang mempertanyakan ‘Mengapa ini terjadi’...bukankah diluar kehendak mereka, engkau panggil mereka dg cara yg tragis seperti itu..jika boleh memilih, mungkin semua manusia ingin dipanggil olehMu dg cara yang baik2...tidak meninggalkan luka bagi yang ditinggalkan.

Tak terbayangkan olehku yaa Robbi, jika aku yg mjd mereka...apakah masih mungkin sempat untukku menegakkan kalimat2-Mu disaat meregang nyawa, kalimat penutup mengakhiri pertemuan di dunia ini.
Ataupun membayangkan aku menjadi orang terkasih yang ditinggalkan...hmm yaa Robbi...rasanya aku tak sanggup...entahlah...

Itukah ujian bagi umat-Mu yang engkau kasihi?
Rasanya hati tersyat, beberapa kali melihatnya...

Ketika seorang pengunjung rumah sakit menjenguk korban, seorang perempuan yg telah bersuami. Lalu dipanggillah sang suami yang dengan tegar meski raut kesedihan dari wajahnya tak mampu berbohong, ditanya oleh pengunjung tsb, “selain isteri anggota keluarga bapak masih adakah yg mjd korban?”.

 “ada, anak saya...”, jawabnya.

“lalu, bagaimana keadaanya?”, sambung pengunjung tsb bertanya kembali.

“sudah meninggal...” seraya raut kesedihan semakin membungkam dalam wajahnya, tertahankan oleh ketegaran yang ia bentengi.

“anak ke berapa pa?” tanya pengunjung itu kembali.

“anak pertama,,,” luluh lantah rasanya ketegarannya dengan air mata yang mulai menghiasi wajahnya.

“insyaAllah pa nanti bertemu di syurga ya..”. semakin memecah haru isak tangis dari sang ayah tsb.

Yaa robbi...seakan2 aku merasakan apa yg bapak tsb rasakan, meskipun aku bukan seorang perempuan yang telah mempunyai anak, tetapi sungguh rasanya sakit tak terperi jika aku yang menjadi orang tua dari anak tsb.

Anak yg dg penuh kasih dan sayang ditunggu2 kehadirannya sejak dalam kandungan sang ibu, lalu terlahir didunia sbg pelengkap kebahagiaan orang tua, dg sabar dan jerih payah keduanya membesarkan, lalu secara tiba2..melihat dg mata kepala sendiri saat nyawanya meregang, Engkau panggil...

hmm, hati mana yang tak sakit, mungkin rasanya seperti hari itu adalah akhir dunia baginya...anak, yg menjadi buah hati, penyemangat hidup, pelengkap kebahagiaan, pengobat kesedihan dan kerinduan kedua orang tua nya...

“insyaAllah, Allah gantikan dg kebahagiaan yg lebih baik” seraya pengunjung tsb berdoa tuk menguatkan kembali jiwa yang rapuh karena kehilangan itu.

penantian akan hadirnya sang anak berakhir dg perjumpaan yg singkat...

Meski hujatan mengaum dari berbagai pihak atas kejadian ini, ujian ini,,,
Meski hukuman dunia mendera raga2 yang ‘bersalah’...
Itu semua takan mampu mengembalikan jiwa2 yang hilang, yang telah kembali kepada Sang Maha Pemilik.

Dunia yang terasa tak adil ini hanya mampu menghempaskan dera bagi raga2 yang bersalah, keadilan yang sejati biar Dia yang berkata. Kebenaran dan keadilan pasti kan terungkap dg sendirinya, tergerakkan ke jalan yang sesungguhnya oleh kehendak-Nya melalui ‘tangan2Nya’.

“berkatalah Kun, maka terjadilah” tak ada satupun jiwa yang mampu menghindarinya.

Hmm, Ujian,,,
Setiap manusia memilikinya, hanya saja masing2 memiliki takaran yg berbeda, sesuai dg kemampuannya masing2...

Sabar itu tiada berbatas...meski sulit, waktu mengajarkan tuk mencobanya...
Ikhlas itu pengorbanan...meski sulit, waktu juga yang menghapus ketersakitan atas pengorbanan itu..

Dari peristiwa ini aku belajar,
Yaa robbi, maafkan aku yg selama ini mengeluhkan berjuta masalah yang kualami..padahal diluar sana  banyak umat-Mu yang jauh lebih perih ujian yang dihadapi.

“Nikmat Robb-Mu manakah yang kamu dustakan?”

Wahai jiwa2 yang dirindukan robb Terkasih,
Tibalah disaat engkau harus kembali kpdNya,
Ragamu yang ketersakitan, meregang, biarlah terobati dg sentuhan lembutNya jiwaMu menghempas,
Pergi bersama cinta dan kasih orang2 yg mencintai dan mengasihimu,
Semoga engkau tenang disana,
Meski berjuta kedengkian, kesedihan, kehilangan, dan  rasa sakit, mengiringi kepergianmu...
Bahagialah disana Karena perjumpaan dg-Nya adalah tempat yg terbaik utkmu wahai jiwa2 yang terkasih...

Doaku dari hati yg terdalam,

_catatan harianku, 26-01-12_

Selasa, 24 Januari 2012

Filosofi keriangan anak2 TK (muhasabah)

Dear Dairy....

Hari ini, sebuah pelajaran hidup ku lihat...dan kurasakan...
 
Filosofi keriangan dan langkah2 kecil para murid TK,
Sungguh mendengar keceriaan mereka alangkah indahnya...
 
Pagi ini, ku rapihkan tempat tidur sembari menengok sejenak tawa riang anak2 TK di sebelah rumah yang berbondong2, beramai2 didampingi dan dibimbingi gurunya bernyanyi riang...sambil melangkah kecil menuju jalan...hendak melaksanakan shalat dhuha di masjid...
 
Hmmm, subhanallah...
 
Lalu terlintas pelajaran penting yang patut diambil....
Pikiranpun berlarut, sambil menyegerakan merapihkan tempat tidur...
 
Sesungguhnya, malu rasanya pd  anak kecil yg dg semangatnya mau mengerjakan shalat dhuha...
 
Walaupun terbata2 mau belajar huruf al-Qur’an, walaupun harus berulang2 mau menghafal bacaan shalat, walaupun tak tau apa makna dibalik semua yg ia kerjakan mau belajar...belajar membaca doa sebelum makan...mau belajar bershalawat...mau belajar kalender islamiyah...
 
Sejatinya, kitalah yg harus belajar dari keriangan anak2 kecil, kegembiraan mereka, kesungguhan, dan semangat mereka...
 
Keriangan mereka utk belajar, kegembiraan mereka utk belajar, kesungguhan serta semangat mereka utk belajar...
 
Karena hidup itu belajar..

Kepolosannya dalam mengerjakan...meskipun dg canda dan tawa...tapi tetap mereka jalani...
 
Bisakah kita belajar dari mereka?
 
Belajar tuk mencintai-Nya tanpa alasan? Alasan entah dg perhitungan matematis atau apapun yg menjurus pd kebutuhan mencintai-Nya karena suatu alasan tertentu...
Melakukan shalat...bukan tuk penghargaan...
Melakukan tilawah qur’an...bukan tuk pujian...semata...
 
Tapi cukup karena sebuah alasan yg dirasakan bernama ‘Cinta’ tanpa paksaan, atau alasan logika semata...
 
Murid2 TK melakukan itu semua belajar melakukan shalat, membaca al-Qur’an, membaca doa, melantunkan shalawat...dengan hati yg riang...
 
Malulah diri ini...
 
Melakukan shalat dg menunda2nya, membaca al-Qur’an semaunya, membaca doa terkadang ingat terkadang lupa...bahkan shalawatpun jarang didawamkan terkalahkan oleh lantunan musik...
 
Padahal anak kecil mungkin hanya tau bahwa ia senang melakukannya, tanpa pikir panjang...tanpa ia kenal jauh siapa itu Allah? Siapa itu Rosul? Untuk apa shalat? Untuk apa itu berdoa? Untuk apa bershalawat? Untuk apa mengaji?
 
Justru pertanyaan itu mungkin secara teori...bagi kami para orang dewasa dpt dg mudah menjawabnya....
Tapi bagaimana dg prakteknya?
 
Orang dewasa terkadang lupa...
 
Lupa semangatnya yang dulu semasa kanak2 belajar shalat, belajar membaca al-Qur’an, selalu menyempatkan berdoa sebelum melakukan sesuatu...
 
Keterlupaan orang dewasa yang disibukkan dg beribu2 alasan, pekerjaankah? Organisasilah? Masalah hiduplah? Inilah? Itulah?
 
Hmmm...
 
Waktunya Muhasabah lagi!
 
Mengaku dewasa tapi kecintaan terhadap-Nya tidak lebih dari anak TK?
 
Kemana masa yg telah lalu dijalani...yg seharusnya saat ini, langkah ini...tentulah lebih baik dari kemarin...masa yg telah lalu...
 
Demi masa, sesungguhnya orang yg merugi adalah yg telah menyia2kannya..

 Ayo Berubah dari sekarang...demi masamu yang berharga!

Wassalam.

_catatan harianku, 9-12-11_

Sabtu, 12 November 2011

Tentang Ibu ku...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hmm, malam ini malam minggu...seperti malam-malam biasanya, tak ada yg berbeda...
yang berbeda malam ini kalbuku berkata amat merindukan sesosok wanita yang penuh cinta & kasih, penuh dg kehangatan...Ibuku sayang...

apa kabarmu mah?
rasanya baru saja beberapa hari ku lalui tanpa mu...sudah rindu kembali melanda kalbu...
apalagi ditambah, kabarnya engkau beberapa hari kemarin sakit pusing2, dan nampaknya darah tinggimu kambuh kembali. hmmm...tambah hati ini tak karuan berada di Bandung...
maafkan gita yang hari ini seharusnya pulang...tetapi ternyata hari senin ada panggilan test kerja..

masih teringat jelas hari2 ketika ku bersama mu mah...
rasanya tertoreh dalam di hati dan ingatanku,
tentang kebersamaanku bersamamu,
mencium keningmu tiap malam,
mengelus rambutmu yang kian dihiasi rambut putih,
menyelimutimu disaat tidur,
memelukmu erat disaatku rindu,
membersihkan kupingmu sesekali,
memijit2 kepalamu membersihkan rambutmu dg shampoo,
bercerita, berdiskusi, dan berkeluh kesah bersama...

rasanya ku amat mencintaimu mah...semata2 hanya karena-Nya...
karena ridha-Nya selalu ada bersamamu...


walaupun terkadang,
kata2mu ketika marah menyisit hati,,aku tahu ini karena salahku yg membuat jengkel engkau...
engkau berkomentar dengan ketidaksesuaian atas apa yg ku kerjakan, ketika memasak dg bumbu yg salah, ketika menyapu 'jangan pake sendal, biar kerasa kotornya sama kamu', ketika mengepel 'jangan terlalu basah, sering dibilas jangan cuma asal dipel aja'...
atau ketika sedang merasa lelah 'teh tolong ini dan itu'...aku seharusnya tidak malas berkata 'iya' karena berkata 'aah' pun sudahlah dosa bagiku...
bahkan mungkin ketika apa yg ku alami engkau tak paham jelas bagaimana persaanku, bukannya engkau dengarkan rintihan ini, tapi justru engkau komentari lalu membandingkan dengan orang lain ataupun dgmu,,aku tahu harusnya aku berlapang mendengarkannya anggaplah sebagai koreksi diri...

apapun yg menjadi 'walaupun' tentang mu...AKU TETAP MENYAYANGIMU MAH...

walau bibir ini terkadang salah, perilaku ini salah..dimatamu, aku hanyalah anakmu...seorang manusia yg engkau lahirkan dari rahimmu atas izin-Nya...
anakmu yg engkau kandung, anakmu yg lemah ketika dilahirkan di dunia ini, hanya mampu menangis, tertawa, mungkin marah,,,
anakmu yang belajar berbicara, merangkak, berjalan, seperti yang engkau ajarkan atas izin-Nya..

sedikit demi sedikit ku belajar...
maaf tak menjadi sempurna, sesuai apa yg engkau harapkan...betapapun kerasnya ku menjadikan aku sesuai yg engkau harapkan, mungkin hasilnya kan berbeda...betapapun kerasnya ku mencoba mencintaimu, mengasihimu,,tapi tetap rasa cinta dan kasih sayangmu yang lebih besar ada untukku, karena kasih dan sayangmu sepanjang masa tak kan hilang...

terkadang ku larut dalam lamunan,
jika sewaktu2 Allah SWT panggil engkau terlebih dahulu,
entah apakah aku mampu melalui hidup ini tanpamu mah?
rasanya bagaikan seorang kakek renta, buta, dan lemah yang kehilangan tongkatnya tuk berdiri tegak dan berjalan...menjalani hidup ini dengan meronta2 mengharapkan tongkatnya...
karena setiap apa yg kulakukan terkadang selalu meminta pendapatmu, keputusan yang engkau ambil dalam langkah hidupku selalu menjadi keputusan ku...

bahkan masalah urusan ketika ku melamar pekerjaanpun, seperti apa yang terjadi diakhir2 yg lalu..
berat rasanya ku meninggalkan engkau demi menggapai cita dalam karir...

ketika sang pewawancara menanyakan "apakah siap tuk ditempatkan dimana saja"
lalu tergambar diriku yang letih bekerja sehingga tak sempat memperhatikanmu, mungkin yang ada hanya penyesalan jika itu terjadi...lalu jawabku "tidak, saya siap jika hanya ditempatkan di jawa barat" dengan alasan agar lebih dekat dg keluarga..

ketika ku menguatkan keidealismean untuk mempertahankan engkau dan keluarga yg menjadi prioritas ini padamu, mengapa justru kekecewaan yang tersirat..'jawab aja iya teh padahal' hmmm..loh?
setelah itu baru mulai ku  mantapkan diri tuk mencari pekerjaan yg dg resiko ditempatkan dimana saja...

tapi ketika ku berusaha mencari pekerjaan di Bandung ini, pada nyatanya...
justru engkau malah marah mengapa aku pergi berlama2 di Bandung...

keadaan ini membuatku gamang kembali, jadi aku harus bagaimana yaa Robbi?

maunya ku,
aku bekerja...tapi tetap bersama keluarga..terutama selalu berada di dekat Ibu...selalu membahagiakan mereka...
karena aku ingin bisa berbakti dan berada di dekat keluarga selama masih ada waktuku...
tapi mau bagaimana, hidupku ini sudah ada yg mengaturnya...Ia sang Maha Agung, telah menetapkan pilihan yg menjadi jalan hidupku..dan mungkin kenyaataannya akan berbeda dg yg diharapkan...aku tak tahu kelak yg menjadi pekerjaanku, dan dimana...karena yg hanya mampu kulakukan saat ini berusaha...dan doa tentunya..

tapi ini hidup yg harus tetap dijalani...

apalagi sebelum ku menerima pinangan orang, aku ingin membahagiakan keluargaku...terutama engkau Ibuku...
ingin ku baktikan diri untukmu...
karena sebelum itu terjadi Ridha-Nya bersama dg Ridha-Mu...
namun...setelah ku dipinang, tak mungkin lagi bagiku tuk membaktikan sepenuhnya diriku untukmu, telah bertambah peranku sebagai isteri, dimana ku harus membaktikan lebih banyak waktu pada suamiku kelak, karena Ridha Suamiku kelak akan menentukan pula Ridha-Nya bagiku...


ku syukuri saat ini...
saat dimana ku bersamamu...saat indah..suka...dan duka bersamamu...
ini semua tentangmu Ibuku sayang...

terimakasih, karena engkau yg menjadi ibuku...bukan yg lain...
terimakasih, karena engkau menjadi bagian hidupku...

terimakasih yaa Robbi karena Ia yang engkau pilihkan tuk menjadi pintu syurgaku :)
kuatkan aku...tuk bisa membahagiakannya :)

Terima Kasih :)

Alhamdulillahirrobbil'alamiin...

Wassalam.




Kamis, 06 Oktober 2011

Kesabaran Menguji Diri

Assalamualaykum...
hmmm...

Lagi Lagi coret coret curhat dimulai...

hmmm...ya Robb salah apakah hamba, apa begitu banyak, tak pantaskah aku....
setelah 3 mencoba meng-apply kerja pada 3 PT bank yg berbeda...tiada satupun yg berhasil...
ini langkah pahit yang harus dijalani...
pertama tragedi interview?
kedua bahasa inggris yang tak mahir?
ketiga masih tahap seleksi admin pun tak lolos?

melihat teman2 yang lolos...bahagia melihatnya, tapi ada keraguan dalam diri..
mengapa aku?
apa aku yg terlalu bodoh hingga tak mampu menyeimbangi kemampuan teman2...

mencoba tuk menenangkan diri,
sebegini sulitkah mencari pekerjaan?
apa dibalik do'aku ada yang salah...meminta pekerjaan yg berkah?
yaa robb..tolong aku, 
aku tak mau terlalu banyak hidup setiap harinya dalam kerugian...
kerugian waktuku yg selalu kosong...
aku ingin berubah...bagaimana mungkin aku berharap setiap harinya bisa lebih baik dari kemarin, sedangkan aku hanya selalu duduk manis, berpaku tangan, hanya bersenang2 dengan bacaan buku, internet, ataupun tv, layaknya manusia yang tak berguna...
tolong aku jgn jadikan ilmu yg aku punya ini tak bermanfaat ya robb....

hanya kepada-Mu aku sungguh memohon,
jangan biarkan aku hidup dalam keterpurukan dan kekecewaan seperti ini...

aku ingin bisa berbakti pada orang tua,
setidaknya membuat mereka bangga dan bahagia...tolong aku...
harus ku mulai dari mana mengejar ketertinggalan ku ini?
walaupun orang tua tidak terlalu mendesak untuk bekerja, tapi aku merasa tak berguna dg tdk bekerja...

setidaknya ada sesuatu yg berarti mampu aku kerjakan...ini nihil belaka...
tak mau selalu meminta2 uang pd ortu...bukankah tangan di atas lebih baik yaa Robb??

mengapa rasanya diri ini rendah, 
ini itu tak ada yang patut dan berguna yg bisa ku kerjakan...

ku harus sabarkan diri lagi...
diri ini HARUS KUAT GIT!
Karena bahagia tak akan terasa indah bila tak ada luka yg mengawalinya...
semoga ini awal utk merasakan indahnya kelak...

YAKINKAN DIRI bahwa kamu PASTI BISA MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG TERBAIK!!!
Sabar, Pasrah, dan Ikhlas git...
walaupun sulit tapi yakin KAMU PASTI BISA!!!!

Bismillahirrohmanirrohiim (^o^)/ SeMangKA
Semangat...Karena...Alloh SWT...

Wassalam.

Senin, 03 Oktober 2011

Kegalauan dalam langkah baru

Assalamualaykum...

hmmm...sekian lama, akhirnya tik tik ngetik lagi :)
kangennyyaaa....

sebetunya, banyak hal tiap harinya yang ingin dituliskan...
tapi...ya beginilah...hehe

sejenak mereview diri, terakhir kali ku menulis ungkapan hati...
ya begitulah...
kali ini mungin ingin disampaikan hal yang hampir sama...

dahulu aku bermimpi dan seringkali berkhayal mungkin sebabnya karena seringnya mendengar dan membaca dongeng2 putri...alkisah seorang cindrella, alkisah seorang pangeran berkuda putih...
sampai2 ketika ku torehkan khayalanku tentang pangeran berkuda putih di diary, sang kakak sering meng ejek2...inilah itulah..
menulis diary sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil. kalau dihitung2 mungkin puluhan kali waktuku kecil membeli buku diary, setiap berkunjung ke toko buku pasti yg dipilih adalah buku diary atau alat2 tulis...
alhasil menjadi kebiasaan hingga sekarang, bedanya sekarang sudah dengan sentuhan sedikit teknologi...

ya...pangeran berkuda putih...rasa2nya kalau mengingat sekarang...lucu dan malu...
realitanya pangeran berkuda putih mungkin tidak ada...
pangeran di inggris sekalipun sekarang sudah bermobil sbg alat transportnya..hehe

semakin betambah usia, mulai mengenal lelaki...
aku mulai mengenal rasa suka dengan teman, rasa suka dan kagum pada senior...
berkembang dan terhenti di titik saat ini...
sd mungkin aku hanya tau suka saja dg lelaki, ya suka dg teman sekelas...
maju smp juga sama...tapi bisa lebih dipendam dan menjadi lebih pendiam...
lalu sma juga bahkan lebih pendiam dan memendam saja rasa suka...
sekarang, entahlah...memandang kaum adam bukan hanya suka atau kagum semata sebagai pertimbangan...tapi untuk pasangan hidup...
apakah karena umur yg kian bertambah, atau keadaan yg terus mendesak...
atau bahkan keinginan hati..entahlah yaa Rabb...

topik tulistulis coretcoret curcol malam ini nampaknya karena didukung oleh kejadian kemarin, hari minggu. ketika aku menghadiri perkawinan sang sepupu...hmmm...
entah mengapa ko setiap ketemu sodara...ucapannya sedikit....hmmm...pokoknya, hehe
"ihh gita udah gede ya, udah gadis"
"gita udah lulus"
"kerja dimana"
"bentar lagi nyusul atuh ya"
"udah punya calonnya belum"

yaa..robb harus jawab apa aku...
"aamiin, doain aja secepatnya" *jawaban mempersingkat waktu*

sang mamah malah yg lebih panjang lebar menjelaskan ini itu...

apa lagi ketika ada seorang tante ngobrol bareng dg aku dan mamah..
"kan dulu mah ga boleh ya sama c mamah pacaran"
"sekarang mah boleh geuningan ya"

"iya kan dlu mah blm wktnya, ari sekarang mah udah lulus da dibolehin jg udah ada waktunya"
jawab sang mamah...heu

ditambah lagi..."ini mah masih suci dari laki2 da blm pernah pacaran"
ya Robb malunya...mamah blg gituuuuuu..hmmmm...
jasad dan raga mungkin suci...tapi hati ini...mungkin mamah ga tau persis kesuciannya...
rasanya diriku ga pantes dblg suci...subhanalloh...
cuma Robbku yg tau persis...
apalagi mamah blg...."gita mah ga mau pacaran, mau langsung aja dijodohin"

hmmm...please dont make a shame mom...
hiks, yasudahlah apapun yg mamah ucapkan makasih, dan semoga malaikat meng-aamiinkan...

kalau diriku hanya menjawab "iya aaminn minta doanya aja biar segera" hehe
memang benar setiap apa yg mamah katakan, tapi kalo bisa cukup disimpan...malu kan jadinya..hoho

masalah kesucian raga..diri ini insyaAllah mencobanya tdk terjamah oleh laki2 dg suatu hub.bernama pacaran...
karena aku adalah tipe yg tdk suka dg itu...
entahlah mungkin karena keidealisan aku itu laki2 pada kabuur ya.*loh?
kegalauan ku yg terdesak keadaan...
rencana ya rencana...inginnya setelah kuliah, bekerja, lalu menikah....
apalagi yg dibutuhkan...rasanya itu sudah mjd hidup yg diidamkan olehku...
kuliah beres...bekerja sdg proses pencarian, pasangan hidup? belum kunjung kutemui..
rencana ya ku serahkan pada Robbku tercinta...
disatu sisi ku masih merasa ko "masih kekanak2an ya" "memang sudah pantes gitu?"
ko rasa2nya masih ragu dengan diri sendiri...
saudara...mulai dari yg terdekat hingga keluarga jauh sudah menanya2kan...
kapan? udah punya belum?
hmmm...

ini langkah baru yang harus kulewati...


yaa robb mudahkanlah,
Pekerjaanku..
pasangan hidupku...


pekerjaan, ku ingin yg berkah...pekerjaan yg bermanfaat dan bisa terus dekat dengan-Mu...
pasangan hidup, ku ingin yang sholeh dan berakhlak mulia itu cukup :) karena insyaAllah dengan ilmu, amal, dan imannya ku bisa menggapai ridha-Mu di dunia ini tuk menjemput janji berjumpa dg-Mu ya rabb :)


bismillahirrohmannirrohiim...pasrah, ikhlas, dan sabar!
"yaa Robb...jika rezekiku masih di atas langit turunkanlah ia, jika ia di dalam bumi maka keluarkanlah, jika ia jauh maka dekatkanlah, jika ia sulit tuk diraih maka mudahkanlah, jika ia haram maka sucikanlah"

aamiin.
Wassalam.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Cerita Kesendirianku

Dalam sendiri aku terbiasa...
Dalam kesendirian aku memahami diri...

kesendirian raga ku sudah terbiasa, tapi maaf tak biasa ruh ku sendiri...
karena aku tak ingin ditinggalkan dengan Sang kekasih, hanya ingin bersama dgMu yaa Rabb..

Maafkan hati ini seringkali berpaling dariMu,
Maafkan hati ini seringkali angkuh pdMu,
Maafkan hati ini seringkali mengeluh pdMu...

Kesendirianku, mengajarkan cinta...
Kesendirianku, mengajarkan hidup dan mati..

bahwa cintaMu itu luar biasa, fitrah, dan anugerah terindah yg Engkau berikan...
bahwa hidup ini singkat dan kematian kian mendekat...

Setiap kali ku sendiri,  merenung dan merenung...
gambaran2 tentang diri berlarut2 dalam asa...
seolah2 memori2 hidup berlari2 dan berlalu lalang di kepala, berkecamuk..

bisakah aku melupakan kisah2 yg ingin dilupakan?
bisakah aku menyimpan hanya cerita yg indah saja?

karena rasanya terlalu sakit dan sesak di dada jika mengingatnya...
karena rasanya sangatlah indah untuk selalu dikenang...

Rasanya ingin teriak dan mengeluh....mengeluh atas kenyataan yg terjadi...
tapi tak pantas!

terkadang diri ini dibuat bingung atas semua peristiwa yang terangkai menjadi jalan hidup...
menimbulkan sejuta tanya?

inilah..itulah...
seribu untaian katapun tak habis mungkin...

Semua peristiwa meninggalkan tanya bagiku?
Mengapa?
Apakah?
Siapakah?
Bagaimanakah?

Semua tanya dan keluh kesahku ku simpuhkan dalam alunan doa di sujudku....
menyertai kegelisahan hati yang selalu berharap cinta-Mu, hanya Engkau...
cukupkan aku hanya dg Engkau...


(: Ramadhan yaa Kareem :)
***nite14 Ramadhan 1432 H***